REVIEW IMLEK SOLO 26 JANUARI 2009

Review Imlek di wilayah Jebres yg byk dihuni oleh warga keturunan Tiong Hoa, adalah tipical rumah-rumah di daerah perkotaan yang padat dan tertutup rapat oleh tembok-tembok atau rumah yg mepet jalan dimana disamping digunakan sebagai tempat tinggal sekaligus digunakan sebagai tempat mencari penghidupan dengan membuka toko.
Selain kehidupan bisnis yg dijalaninya dengan semangat tak kenal lelah mencari penghidupan yg lebih baik dan bertambah maju, juga mereka mau ikut berpartisipasi sebagai warga Negara di daerah dimana mereka tinggal seperti kemauan mereka menjadi RT atau RW, kemudian juga mendirikan lembaga pendidikan untuk mengasuh dan mencerdaskan anak-anak mereka, dan tak lupa peran serta untuk berorganisasi dan aneka peran yg dimainkan sebagai wujud sebagai warga Negara yang baik. Kalau dibilang mereka kurang berperan itu tidaklah benar dengan aneka kegiatan, kelembagaan, baik formal maupun non formal yg mngkin kurang digaungkan, mereka berprestasi dan unggul secara pendidikan, olahraga, budaya dan seni dan tentu saja bisnis yg mereka berusaha tunjukkan, tetapi tetap saja kekuasaan menganggap mereka sebagai objek dan sapi perahan.
Tak lupa juga mereka melakukan ritual-ritual keagamaan sebagai wujud bahwa kepercayaan adanya Sang Pencipta dengan memeluk aneka agama yg ada di Indonesia ataupun kepercayaan yg mereka bawa dari nenek moyang mereka.
Kalau kemudian terjadi kerusuhan atau isu-isu diskriminasi melihat rukunnya dan pembauran yg mereka lakukan hal ini dimungkinkan ada actor-aktor diluar yg menggunakan isu-isu agar keadaan tambah kacau atau mencari kambing hitam dan akhirnya sebagai warga minoritas seperti juga rakyat kecil yg menjadi obyek penderita dari arena kekuasaan.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda