YUSUF KALLA JUDEG
Perbankan sebagai pihak intermediasi untuk menggerakkan ekonomi riil ternyata memang perampok uang negara. Mereka menanamkan uangnya di SBI untuk keamanan yang tentunya membebani Bank Central yang harus memberikan bunga dari simpanan mereka itu.
Bank-bank yang diharapkan terpacu dengan bunga BI yang terus turun ternyata mereka masih takut, masih ragu-ragu untuk membantu negara yang sekarat ekonominya ini. Mereka hanya mau menggelontorkan uang untuk tujuan konsumtif seperti KPR Perumahan, kredit kendaraan, kartu kredit / belanja dan kegiatan2 yang tak produktif lainnya. Damn It
Padahal negara baru kesusahan untuk mencari pendanaan pembangunan yang harus ngemis kesana kemari ke Amerika ke Eropa, ke ADB, ke IMF ke World Bank memang mereka kurang ajar.
Makanya kemarin baca juga MasterCard, Stanchard, Citibank mengalami lonjakan pendapatan dengan pola konsumtif yang memang terus digemborkan, di iklankan, dibuat semenarik hati, inilah dunia yang harus dinikmati.
DUlu ngobrol dengan temen wanita yang berjilbab yang menjadi agen kartu kredit dengan berbagai alasan padahal sudah dikasih pengertian yang memang namanya untuk menyambung hidup yang menjadi alasan akhirnya.
So we follow them ketika kita menolak produk Amerika, atau apalah ternyata tanpa disadari kita terbawa oleh kondisi yang memang mereka ciptakan agar kita bergantung dengan mereka.
MNC (Multinational Company) telah menguasai dunia bahkan pendapatan mereka melebihi GNP negara-negara ketiga atau macan2 yang baru bangkit.
Ini memang sungguh ironis. cek - cek - cek

0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda