STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Sabtu, Januari 05, 2008

MEMBANGUN SEMANGAT KEBERAGAMAAN

Allah turunkan Islam kepada manusia sebagai rahmatan lil alamin dengan Qur'an dan Sunnahnya yang harus dipegang dan menjadi wasiat Nabi dalam haji wada'nya agar selalu berpegang teguh kepadanya.

Dari pengamatan semangat eksklusif berkembang yang mungkin sebagai jawaban atas perang pemikiran dan perang sungguhan yang dilancarkan musuh2 Islam. Semangat ini boleh2 saja dan tidak ada yang melarang karena memang sudah menjadi sunnatullah, semut saja ketika diinjak akan berontak apalagi manusia dan lagi soal urusan agama. Tetapi janganlah semangat ini menjadikan Islam menjadi agama yang tidak ramah, tidak toleran, dan kaku. Nabi dalam dakwahnya ketika mendapat cercaan dan juga kekerasan2 yang ditimpanya menghadapi dan membalasnya dengan kebijakan dan kebajikan sehingga pihak2 yang memusuhinyapun segan terhadapnya. Dan perintah perangpun boleh dilakukan ketika memang benar-benar kita diperangi dan memiliki banyak aturan dalam soal perang ini. Karena berbagai kepentingan setelah sepeninggal Nabi banyak terjadi perpecahan diantara ummat Islam dan itupun sudah ditakwilkan dalam hadis2 Nabi.
Islam adalah agama yang satu selama ummatnya berpegang teguh pada warisan dan pesan nabi tersebut diatas, tetapi karena banyak kepentingan itulah yang menjadikan pecah belah tersebut.
Sekarang pesan tersebut banyak ditinggalkan ummatnya, banyak orang sholat tapi semangat sholat sebagai pencegah hal2 yang rusak dan mungkar ditinggalkan malahan perpecahan soal kecil2 yang malah dibesar-besarkan dan yang lebih parah lagi karena urusan-urusan dunia sholatpun dengan gampangnya ditinggalkan dan karena hawa nafsu yang kecil yaitu ngantuk dan dingin sholat subuhpun banyak tinggalkan oleh kawan-kawan kita.
Kita tidak usah berteriak kesana kemari soal etika dan macem2 ketika berdebat dengan kawan2 kita, tetapi cobalah merenung apakah semangat2 yang diajarkan di dalam Qur'an untuk kita banyak berfikir masih ada dalam diri2 kita. Ataukah kita masih mempunyai pandangan bahwa kita dan kelompok kitalah yang paling benar dalam urusan agama ini, dlam salah satu ayatnya rusaknya agama adalah karena mengikuti hawa nafsu.
Untuk itu marilah kita semakin meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah dengan senantiasa berpegang teguh pada pedomannya dan jangan terlena dengan keduniaan yang memang menyilaukan dan semu.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda