STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Senin, Desember 17, 2007

FORMALITAS MENYEBALKAN

Tadi kontak temen2 remaja masjid di kampung, adakah penggalangan dana atau hewan kurban yang mau di bawa ke daerah yang membutuhkan. Berita yang didapat adalah mereka untuk saat ini off dulu untuk upaya penggalangan atau mau ngadain baksos atau segala macamnya padahal biasanya beberapa tahun yang lalu upaya untuk memberikan kelebihan hewan kurban ke daerah-daerah yang lebih membutuhkan.
Kembali yang menjadi kendala adalah formalitas dari para pengurus yang lebih tua yang kembali ikut berperan dalam hal-hal teknis yang seharusnya sudah diserahterimakan kepada pemuda-pemuda yang nantinya menjadi generasi penerus. Karena terlalu ikut campur tangan dan mungkin kurang percaya kepada pemuda atau apa yang harus dilakukan pemuda secara teknis harus diketahui oleh pengurus, padahal selama beberapa tahun semua pelaksanaan berjalan dengan lancar dengan revisi dan laporan pertanggungjawaban setelah kegiatanpun ketika pembubaran panitia juga dilakukan.
Kreatifitas anak muda, kebebasan, idealisme terbatasi dan akhirnya saluran yang menyumbat ini menyebabkan anak-anak muda malas berkarya, menyalurkan ke saluran lain yang bisa memuaskan dan mungkin saja akhirnya mereka menjadi anti sosial dan lebih mementingkan kepentingan2 pribadi yang memang cukup menyita waktu dan perhatian baik di rumah, di kampus, di tempat kerja atau tempat2 lain di luar komunitas kampung yang memang cenderung jumud.
Dan ketika ada aliran-aliran dari luar yang bisa dan sesuai dengan gerakan mereka yang lalu dan mungkin terbaharukan mereka akan ikut salah satu manhaj-manhaj tersebut apakah itu jamaah tabligh, salafy, tarbiyah, yang sanggup menerima tenaga-tenaga muda yang sedang bergairah ini, maka jangan salahkan ketika manhaj-manhaj baru ini tumbuh berkembang dan para orang tua merasa kecolongan ada apa ini ada upaya penggembosan kader-kader di tingkat grass root di level kampung, kemudian berkembang ke level yang lebih tinggi bahkan manhaj mereka ini mendunia di banyak negara.
MAMPET DAN AKHIRNYA MELETUP

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda