Ekonomi Melambat
Ketika sektor makro saat ini sedang bagus diperlihatkan dari suku bunga BI yang turun, inflasi dibawah 7%. Simpanan yang menumpuk di BI yang begitu besar sampai 220 triliun yang memberatkan karena BI harus membayar bunga 20 triliun / tahun yang tentu saja dananya berasal dari pajak yang harus dibayarkan masyarakat, karena kehati-hatian perbankan tuk menjaga tingkat NPL, uang yang beredar di masyarakat berkurang, pengucuran kredit tuk investasi dan modal kerja yang kurang hati-hati untuk sektor yang rawan seperti properti, tekstil dan sektor-sektor konsumsi yang kurang produktif. Ketakutan sektor perbankan untuk menyalurkan kreditnya ini dikarenakan kolusi yang terjadi antara pihak perbankan dengan pengusaha yang membuat kredit macet di beberapa bank plat merah.
Menyebabkan sektor riil susah bergerak karena dana perbankan yang tidak bergulir tadi, menyebabkan pengangguran dan tingkat kemiskinan yang semakin bertambah. Kemarin malam ngobrol sesama jamaah masjid dia 1 minggu kerja, 1 minggu libur, lain lagi jamaah yang lain pernah cerita dia kerja kalo ada panggilan untuk kerja saja, kalo tidak yang tidak kerja.
Sektor otomotif pun turun sampai 30%, bahkan Indomobil untuk tahun ini mengalami kerugian, diperlukan keberanian dan local wisdom untuk menggerakkan perekonomian di tingkat yang terendah agar terjadi pergerakan yang positif di perekonomian, walau sedikit asal semua bisa makan jangan hanya berharap menjadi pegawai saja, PNS yang memang secara keuangan menjanjikan hari tua.
Cobalah menjadi pioner2 ekonomi yang bisa mengurangi pengangguran, atau tidak memberatkan orang lain orang tua kita, saudara kita, atau yang lain cobalah untuk terus bergerak jangan diam di rumah saja. Atau istilah kerennya cendekiawan organik yang tahu dan menggerakkan masyarakat akar rumput disekitarnya.
Jangan berpikir yang terlalu tinggi yang njlimet, gontok2an soal hari lebaran, soal politik tapi cobalah berkarya minimal untuk diri kita, dan orang-orang disekitar kita.
Bravo selamat mencoba


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda