Old China Strategic Business
1. Membunuh dengan pisau pinjaman
Yaitu menggunakan pihak ke-3 tuk mengelabui maksud dan tujuan kita
Dengan sumber daya, kemampuan, distribusi, keuangan yang terbatas untuk melakukan jgn konfrontasi langsung melainkan dengan menggandeng pemain yang sudah mapan dan ketika kita sudah siap maju barulah mandiri dan siap bertempur dengan kompetitor.
Apabila pihak kompetitor membikin barier maka diperlukan pihak ketiga untuk maju menghadapinya misalkan dengan memindahkan produksi ke negara yang lain yang tidak memiliki halangan dengan kompetitor tsb.
2. Strategi Menyimpan Tenaga Menyerang ketika Musuh Lelah
Simpan kemampuan wait and see thd kompetitor bergerak, cari titik lemah wilayah mana yang kurang ada persaingan.
Bidang properti / bursa saham lihat sampai situasi kacau / tak menentu sebelum lakukan eksekusi ketika keadaan mulai kelihatan baik (signal-signal perbaikan suku bunga, kebijakan makro)
3. Menjarah Rumah yang Terbakar
Ketika kompetitor jatuh, manfaatkan dengan mengakuisisi apabila sudah tidak bisa diperbaiki jual asset yang ada, kalo bisa diperbaiki dihitung biaya yang dikeluarkan lebih kecil dibanding hasil penjualan yang saat kondisi usaha membaik.
Ketika ada permintaan yang tinggi jual dengan keuntungan yang semaksimal mungkin
Pada tempat / even khusus dimana seseorang hy memperhatikan accessibility tdk harga mark up harga sedemikian rupa. Menciptakan barang untuk even-even khusus dengan harga yang tinggi
4. Berpura-pura ke Timur tapi Menyerang ke Barat
Strategi untuk mengelabui tanpa kompetitor tahu tujuan kita.
Perusahaan retail dengan program diskon dalam rangka peningkatan sales
Sebarkan isu yang membikin kompetitor terlena, lalu eksekusi
Akuisisi tanpa banyak ba bi bu agar harga penawaran tidak terlalu tinggi
Bidang properti naikkan harga properti yang kecil tuk mendorong kenaikan properti yang lebih besar
5. Melepaskan musuh tuk tangkap kembali
Kemenangan jangan mengakibatkan dendam yang akhirnya akan berbalik menyerang kita, tatapi ambil hati musuh sehingga kemenangan yang diperoleh berkesan baik. Jangan sampai energi dan sumber daya perusahaan perusahaan, tapi biarkan musuh habis energinya dan menyerah sendiri.
Jangan menggunakan strategi yang sama karena competitor gampang untuk membacanya, tapi siapkanlah berbagai alternative strategi.
6. Melemparkan batu bata Dapatkan Batu Giok
Penggunaan insentif-insentif, hadiah-hadiah, undian sebagai umpan untuk menarik konsumen ketika pemasar ingin memasang produk dengan harga yang kompetitif.
7. Menghentikan Gerombolan penjahat Menangkap Pemimpinnya
Jika ingin menyelesaikan suatu masalah carilah akar masalahnya. Jika merosot penjualan : apakah kesalahan di penetapan harga, pelayanan yang buruk, produk yang kurang menarik, paket penjualan ataukah kompensasi yang kurang bagi pemasar.
8. Menarik Kayu Bakar Keluar dari Bawah Periuk
Jangan melakukan konfrontasi secara langsung dengan competitor yang sudah mapan. Serbuan toko-toko eceran besar seperti Hypermart, Giant, Carefour, Matahari, Ramayana ke berbagai pelosok kecamatan yang menawarkan paket-paket promosi yang gencar dengan biaya yang tinggi untuk menggaet konsumen, sebaiknya toko-toko kecil menghadapinya dengan cara promosi kecil2 an dengan spanduk di depan toko, dan leaflet-leaflet di dalam toko dengan menawarkan pelayanan agar menarik konsumen. Diusahakan perusahaan kecil jangan mengejar pangsa pasar yang sama dengan perusahaan besar, tapi coba cari celah baik dari pasarnya produk, bentuk produk, desain toko, promosi dengan mengembangkan desain sendiri.
9. Menutup Pintu Menangkap Pencuri
Bila musuh lemah tidak diperlukan perang promosi / harga. Untuk produk mapan dari pada bersaing di harga lebih baik bermain di kualitas, gaya, desain, kemasan, tempat penjualan.
Toko – toko besar, swalayan, hypermart, dengan kekuatan financial, manajemen menguasai pasar-pasar luar negeri dengan skala ekonomi yang menguntungkan sedikit mengambil keuntungan tetapi dengan kuantitas yang fantastis.


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda