STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Sabtu, November 18, 2006

Singapore tak Kapitalis Amat

PM Singapore menyusun kebijakan yang berpihak untuk rakyat miskin dengan cara menaikkan pajak konsumsi dari 5 % menjadi 7%, dananya tersebut digunakan pemerintah untuk membantu warga miskin. Pemerintah ingin memberikan perhatian kepada warga miskin dinegaranya akibat globalisasi yang merenggangkan kehidupan sosial untuk dana kesehatan dan pendidikan. (Strait Times)

Sedangkan Muhammad Yunus (Grameen Bank Bangladesh) penerima nobel perdamaian tahun 2006 ini yang menggulirkan pinjaman tanpa jaminan kepada rakyat miskin agar rakyat miskin berlomba berbisnis sehingga bisa menjauhkan mereka dari kemiskinan yang dideritanya dan menggerakkan perekonomian bangsa dari sektor riil yang sebenarnya.

Ketika negara - negara luar saling berlomba untuk mengentaskan kemiskinan dengan program-program yang riil tersebut, akankah bangsa kita masih saling berlomba menghabiskan dan menghambur-hamburkan dana dan saling berebut kekuasaan. Akankah ummat Islam terus saling membesarkan ego-egonya untuk saling merasa paling benar diantara saudaranya. Ummat Islam kita harus terus bergerak maju saling berukhuwah dalam membantu saudaranya agar terentaskan kehidupannya menjadi lebih baik. Akan puaskah masing-masing diri kita dengan keadaan dan keegoan kita ini?

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda