TRADISI KEILMUAN ISLAM
Tradisi keilmuan ummat Islam sejatinya sudah ada sejak zaman dahulu kala dengan adanya pemikiran dari para sahabat utk menulis wahyu2 yg turun di berbagai media yg mungkin saja pemikirannya sudah jauh ke depan ummat Islam nantinya dan ternyata sampai sekarang dapat kita terima dan kita baca, kaji bersama.
Kemudian juga penulisan para perawi hadist Bukhari, Muslim, yg begitu hebatnya bisa meriwayatkan sampai urutan2 sanadnya yang runtut, kemudian para Imam Madzhab yg berusaha mengkaji dan menggali khazanah keilmuan agar bisa dipraktikan dalam kehidupan sehari-harinya. Tradisi mencari ilmu dengan berguru dari satu daerah kemudian berpindah ke daerah lain untuk mencari ilmu dari berbagai disiplin ilmu dan berusaha diajarkan ke murid-muridnya dg masjid atau di madrasah-madrasah, bahkan Eropapun belum ada tradisi demikian di jaman kegelapan.
Tapi yg terjadi sekarang semangat pencarian ilmu sepertinya hilang dari ummat ini dan lebih bangga mengambil dan belajar di dunia barat yg sekarang baru maju-majunya dan kurang berusaha untuk mencari ke mana-mana, dan guru-guru atau sekolah yg mengajarkanpun sudah ikut2an orang barat dengan liberalisasi dan kapitalisasi sistem pendidikan dengan membisniskan sehingga orang yang mau menuntut ilmu harus mengeluarkan uang yang tidak sedikit dan ketika kita2 sudah selesai sekolah atau kuliah dalam bekerja atau mencari nafkah berusaha mengembalikan modal selama sekolah tersebut. Coba bandingkan dengan keikhlasan para guru-guru dahulu yg begitu tawadzu dan ikhlas dalam memberikan ilmu.
SEMOGA SIFAT KEIKHLASAN KE TAWADLUAN PARA PENDAHULU TERWARISKAN KEPADA KITA SEMUA DAN GALILAH TERUS ILMU WALAU SAMPAI UJUNG DUNIA DAN SAMPAI AKHIR HAYAT


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda