INTERPRETASI AGAMA
Problem yg sama di beberapa daerah ternyata mirip dan sama tentang problem keumatan di negara kita. Semua orang ingin berperan dalam ranah keilahian ini, dan seringkali dia merasa benar akan hukum-hukum yg diinterpretasinya sendiri.
Orang2 tua yg tahu agama atau mungkin merasa tahu agama menginterpretasikan syariat tsb dg salah karena ingin menghormati aparat, merasa dirinya ikut berperan jadi karena suatu kepentingan syariat tersebut tertabrak.
Suatu contoh : dalam hal pembagian zakat fitrah yg seharusnya hanya untuk fakir dan miskin karena merasa sbg amil mereka dapat jatah juga padahal pemahaman org miskin tentang zakat fitrah ini beranggapan bhw zakat fitrah ini wajib dan merekapun mengusahakan utk menunaikannya tapi justru kebalikan dari amil2 tadi yg pengetahuan agamanya lebih tapi penginterpretasian yg salah kaprah mjd bumerang bagi agama Islam ini.
Yang kedua case dikampung saya mengenai kurban ttg kulit yg termasuk yg dikurbanin tapi karena budaya di kampung kami pada saat penyembelihan diikuti pembagian kurban, semua orang laki perempuan, tua muda kumpul berpartisipasi dalam penyembelihan dan pemotongan utk selanjutnya dibagikan ini memerlukan biaya yg tidak sedikit dimana harus sewa tenda, menyediakan makan dan minum utk seluruh warga kampung, biaya pemotongan yg semua itu memerlukan biaya yg lumayan besar karena hewan yg dikurbankanpun termasuk byk utk urusan kampung 3-6 sapi ditambah 10-30 ekor kambing. Sedangkan biaya semua itu karena kebiasaan utk mempermudah dibebankan dg menjual kulit hewan kurban, kemudian diluruskan biaya sebaiknya ditanggung para yg berkurban ini menimbulkan dilema dan sampai sekarangpun tidak terpecahkan.
Dan masih banyak lagi interpretasi agama yg masih perlu dikaji dan dicarikan pemecahan dan itu merupakan permasalahan rutin kita dan tentunya ini seringkali mengganggu keharmonisan hubungan diantara umat dan bahkan sering terjadi cekcok dan perpecahan. Wilayah inilah yg membuat ummat jumud dan tidak segera maju utk urusan lain diluar fiqh tersebut. Amerika sudah sampai bulan, Rusia, kemudian China menyusul sedang kita masih mikir yang itu-itu saja dan tidak terpecahkan.
Label: sosial religy


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda