STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Rabu, Oktober 31, 2007

KEMEWAHAN - GLAMOUR

1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu,
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui
5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin, …………..
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Dalam Surat At Takaatsur ini Allah mengingatkan kepada manusia yang memang Allah mengetahui sifat manusia yang ingin merasa lebih dan selalu lupa akan pelajaran – pelajaran terhadap kaum terdahulu yang celaka akibat bermegah – megahan ataupun berlaku lebih ataupun berfoya-foya, bermewah – mewahan. Dari ayat 3 – 5 tiga kali Allah mengulang – ulangnya ini suatu penekanan yang seharusnya menjadi perhatian manusia dan bahkan sampai akhir ayatpun Allah mengingatkannya lagi. Sudah punya satu pingin dua, sudah punya motor pingin mobil, punya istri satu ingin dua, punya rumah tinggal ingin punya villa, pakai perhiasan yang serba gemerlap, pakai baju yang aing – aing yang melebihi sekedar kepantasan, sudah ada HP yang bagus pingin upgrade yang terus terbarukan dan masih banyak kebutuhan yang melalaikan manusia dan karena keblingernya sampai mereka lupa akan dunia sekitarnya dan usia sudah mendekat ajal merekapun tidak sadar sudah terlena. Cobalah lihat disekitar kita artis, politikus kita yang karena ingin bermegah – megahan hidup akhirnya berakhir dengan kondisi yang suul khotimah sengsara di penjara, kena banyak penyakit, terkena narkoba yang menyengsarakan dirinya sendiri bahkan sampai mereka mati karenanya. Lihat Alda, lihat Maria Eva, lihat Yusril Ihza, lihat Gogon, dan masih banyak lagi contoh – contohnya.

Sifat manusia sebagai makhluk ekonomi yang selalu mempunyai keinginan dan kebutuhan untuk dipenuhi dan dipuaskan sudah Allah antisipasi dengan wahyu – wahyu yang diturunkannya sebagai pedoman hidup bagi manusia hidup di dunia. Allah sudah berikan pedoman semuanya tapi kita tak pernah mau mengaji dan mengkaji ayat – ayat Allah yang tersebar dimana-mana ini karena kemalasan kita, kesombongan kita.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda