STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Rabu, Oktober 31, 2007

MENEROBOS TABIR

Sekat-sekat umur, gender, kedaerahan, agama, kesukuan, kedudukan dll lah yang sebenarnya membuat terjadi ketimpangan, kekekian, ketidakharmonisan, sungkan, keengganan sehingga rasa - rasa tersebutlah yang harus dikurangi dalam menjalin hubungan / komunikasi dengan seseorang. Allah jadikan manusia itu sama kedudukannya dihadapannya tak ada yang lebih dan tak ada yang kurang sebenarnya kecuali keimanan dan ketaqwaan kepadanya yang itupun tak perlu ditampak-tampakkan yang bisa menjadikan kita menjadi merasa lebih dan akhir-akhirnya adalah kesombongan.

Janganlah hal-hal diatas menjadi penghambat dalam berhubungan dengan seseorang mungkin ada sedikit protokoler yang harus dilakukan atau etika. Perbedaan-perbedaan kecil adalah hal yang lumrah dan harus dihormati dan disikapi dengan arif bukannya membesarkan perbedaan-perbedaan tersebut agar suatu tujuan communication and relationship havent problem.

Yang menjadikan kita jauh dalam berhubungan dengan Ilahi Rabbipun adalah diri-diri kita ini yang membikin jarak, enggan, malas untuk mendekat. Kalau kita dekat Allahpun dekat, kalau kita jauh bukannya Allah yang menjauh tetapi diri kita inilah yang membuatnya sendiri. Sekat-sekat dari diri itulah yang harus dibuang jauh-jauh dan upaya untuk taqarrub terhadap-Nya akan senantiasa terpelihara dan terus berkembang.
Memang hal ini tidak mudah dilaksanakan karena kondisi dan situasi yang ada sekarang memang menggoda kita untuk terjerumus kedalamnya dan kalau perlu kondisi yang tercipta tersebut membuat kita tidak sadar telah terjerumus dan tidak ingat lagi. Kesadaran dibutuhkan untuk menghilangkan dan menerobos tabir yang terbuat oleh diri kita sendiri atau enviroment di sekitar kita yang seolah-olah modern seolah-olah keren mentereng dihadapan manusia.
Ingat apa sebenarnya tujuan hidup ini sebenarnya, apakah dunia ini hanya akhirnya ataukah masih ada tujuan akhir yang harus ditempuh dan itu jalan itu masih panjang dan panjang.

Onak dan duri, kerikil tajam adalah hal biasa dan harus dilalui, memang di dunia ini penuh kenisbian dan relatif, kenikmatan abadi yang pasti dan tidak menipu akan menanti disana nanti.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda