STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Kamis, November 29, 2007

RESTRUKTURISASI

Tadi ada pembicaraan dengan bos setelah ketemu customer dari sebuah perusahaan MNC di bidang Telekomunikasi di Indonesia mengenai kondisi dan perubahan yang terjadi setelah merger kemarin.
Istilah ini biasa kita dengar atau baca dalam koran-koran atau majalah juga televisi. Kalau dalam ekonomi istilah ini sering dikaitkan dengan suatu upaya untuk perbaikan dari suatu kondisi yang belum memuaskan suatu tujuan. Diperlukan langkah-langkah untuk restrukturisasi ini dengan melihat permasalahan yang ada kemudian diteliti dan akhirnya diambil keputusan untuk melakukan program restrukturisasi ini.

Kalau dalam perusahaan biasanya ada dua langkah yang dilakukan oleh manajemen untuk upaya perbaikan perusahaan untuk mencapai tujuan yang diinginkan yaitu likuidasi atau penutupan karena dirasa sudah tidak diperbaiki atau dengan merger dengan perusahaan lain dimana dari dua perusahaan yang bergabung tersebut saling memiliki kelebihan dan ketika secara hitungan menguntungkan maka proses ini akan dilakukan. Salah satu kasus adalah bank mandiri adalah proses merger dari beberapa bank pemerintah yang melebur menjadi satu menjadi satu bank yang besar untuk menutupi kelemahan bank-bank yang kurang sehat.

Proses restrukturisasi ini membutuhkan dana untuk penyehatan dan juga tentunya akan mengubah suatu perusahaan secara fundamental apakah dari tingkat manajemen atau bahkan penutupan-penutupan sub usaha yang kurang menguntungkan. Salah satu implikasi dari program ini adalah efisiensi biaya dan tentunya pengurangan SDM-SDM atau PHK bahasa kasarnya atau melakukan pensiun dini terhadap karyawannya dan menerapkan / menawarkan kontrak baru kepada karyawannya. Kemudian akibat dari penggabungan ini tentunya karena kedua perusahaan tersebut memiliki kultur yang berbeda seringkali terjadi persaingan antar perusahaan yang merger ini dari SDM-SDMnya dan bahkan sampai pada tingkat menjatuhkan agar program yang mereka tawarkan ke level manajemen diterima, mana yang kuat bahkan sampai menjilat maka ialah yang menang dalam kompetisi ini.

Pernah ada cerita dari kawan adanya merger dari 2 perusahaan farmasi di Indonesia yaitu Kalbe dan Dankos dimana ada persaingan yg akhirnya menjatuhkan perusahaan lainnya dan tentunya produk yang dimiliki oleh perusahan yang bermerger tersebut. Ini jaman global yang kuat maka dia yang menang, yang punya kapital / modal tetap survive dan terus maju, ini tidak terpikirkan oleh kita karena kita mungkin beranggapan kita sudah berada pada perusahaan MNC yang comfort dan stabil secara manajemen tetapi kalau kita perhatikan dengan semakin maju dan perubahan - perubahan kondisi global para CEO perusahaan-perusahaan tersebut melakukan upaya ini, lihat saja Sony dengan Ericcson, Nokia dengan Siemens, BenQ dengan Siemens, Archelor Mittal sang raja baja mengakuisisi berbagai perusahaan baja di dunia.

MORE GLOBAL, LOST BORDER, FAST CHANGE ......

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda