STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Minggu, Desember 02, 2007

MANUSIA TERPINGGIRKAN

Kalau kita jalan-jalan ke berbagai jalanan di Jakarta akan kita jumpai gedung-gedung komersial, maupun gedung pemerintahan yang memenuhi setiap ruang strategis. Wilayah-wilayah yang dulunya adalah pemukiman kinipun banyak yang disulap menjadi bangunan komersial yang diperuntukkan tentunya untuk kepentingan yang profit oriented.

Pemukiman-pemukiman penduduk semakin terpinggirkan di ketiak-ketiak kota yang tentunya penuh polusi, bau, kotor, sumpek, crowded yang pokoknya serba tak nyaman dikarenakan untuk memenuhi kepentingan komersial para pemilik modal yang ingin menjual konsep dan idenya untuk manusia-manusia tersebut. Pemukiman-pemukiman telah menyebar ke segala pelosok sekitar Jakarta sehingga wilayah cakupannya menjadi sangat luas yaitu wilayah Jabotabek kemudian meluas ke Karawang, Cilegon, Bandung.

Warga yg tidak mampupun akhirnya menggunakan lahan-lahan yang dilarang untuk wilayah pemukiman, apakah itu menempel di badan-badan jalan, di pinggir kali, di pinggir rel kereta dan kalau yang tidak melanggar di rumah petak-rumah petak, kontrakan dan kost di dalam gang-gang.
Sedangkan warga yang secara finansial berkecukupan tinggal di kawasan-kawasan pemukiman elit lama, dan juga membentuk kota-kota mandiri yang banyak bermunculan untuk memenuhi segment klas ini dimana tata ruang, sanitasi, fasilitas yang lengkap cukup bagus dan dapat memenuhi kebutuhan bagi para penghuninya.

Jadi untuk memenuhi berbagai kepentingan manusia, manusia-manusia ini sendiri yg akhirnya terpinggirkan.

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda