CERMATI KERJA PEMERINTAH
Punya program busway yang selama ini didengungkan sebagai angkutan massal murah yang bisa sedikit mengatasi problematika transportasi di jakarta bagi warga yang memang ingin sedikit efisien dalam pengeluarannya.
Ketika program ini dikeluarkan banyak dukungan maupun hambatan dari berbagai pihak, tapi proyek ini jalan terus dan akhirnya terealisasi juga. Tapi berita akhir2 ini mengatakan bahwa Busway mau menaikkan tarif untuk mengurangi subsidi Pemkot untuk program ini.
Apakah ketika program ini masih dalam suatu proposal dan diajukan ke DPRD bisa lolos secara finasialnya. Kalo memang rugi dan banyak nombok tentunya memang rakyat banyak harus ditanggung negara dan sudah menjadi kewajiban negara untuk melayani rakyatnya. Kalo secara bisnis harusnya sudah ada feasibilty studi (studi kelayakan proyek)-Nya berapa banyak pangsa pasar yang akan dilayani, berapa besaran price yang sesuai dan tidak memberatkan dan tentunya kalau secara bisnis harus menguntungkan atau paling tidak Break Even Point gitu.
Seharusnya dulu ketika masih proposal kalkulasi angka dipaparkan ke teman-teman kita yang ahli keuangan atau minimal tahu tentang hitungan proyek tidak asal jalan atau DPRDnya dulu gak punya asisten / konsultan keuangan atau auditor independen.
Sebelum menaikkan harga kami kepada IAI atau pihak yang berkompeten berinisiatif untuk mengecek study kelayakan atau proposal yang dulu ada dan disesuaikan dengan kondisi sekarang, apakah tidak ada perhitungan inflasi, subsidi yang pas berapa atau hitungan2 lainnya. Dan selama ini kalau yang saya tahu Busway ini juga di subkon kan dan bahkan dimiliki oleh Organda-organda yang ada di Jakarta memiliki saham disitu, kalo memang tidak menguntungkan mengapa mereka mau? apakah karena hitung2an politik, kepentingan kekuasaan atau bagaimana?
Belum selesai dengan Busway dengan banyak koridornya yang menjadi PR, sudah pula berjalan proyek Waterway yang ternyata untuk tujuan wisata air dan apakah sudah dihitung secara matang-matang dan apakah nantinya kalo rugi atau banyak subsidi teriak lagi orang PEMKOT DKI Hai Naikin Dong Tarifnya. Trus saya lihat tadi di daerah Penjernihan nampaknya sudah dimulai juga proyek Monorail, coba DPRD dan IAI atau siapalah berpartisipasi dan tunjukkan taring biar tidak banyak uang yang dibuang untuk proyek2 yang asal proyek2an dan akhirnya merugi dan atau malahan gagal dan mangkrak.
Tadi pas di Pasar Mainan di Prumpung seorang Ibu bisa saja ngomong mau beli mainan tembakan air buat nembak presiden biar cepet ganti, coba dengar suara2 dibawah jangan pake seragam trus, pake pengawal atau ajudan. Contoh dong Umar bin Khattab or Umar bin Abdul Aziz.
DONT JUST BULL SHIT - ANALYZE - CALCULATE - MAKE BETTER


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda