BERITA DUKA
INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJIU’N
Pagi tadi kudapat berita dari temen kampus tentang kematian ibunda seorang sahabatku sejak SMA Negeri 4 Surakarta dan dilanjut ke kampus yang sama di Fakultas Ekonomi Sebelas Maret. Sosok ibunya yangkukenal begitu ramah dan selalu menyambut kedatanganku bila berkunjung ke rumahnya dengan mempersilakan ngobrol, duduk santai dan tentunya ajakan untuk makan bersama.
Sosok ibu yang sederhana dari seorang staff BI di Jember dan selalu menampakan kesederhanaan dan keramahan seorang ibu. Sahabatku ini ketika SMA satu bangku sejak kelas 2 dan berlanjut ke kelas 3, sedang pada saat kelas 1 walau satu kelas tapi aku memang belum bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Aku dulunya sekolah di sekolahan Islam dari Sejak TK – SMP dengan diberikan dasar-dasar agama yang lumayan banyak dan lingkungan yang belum beragam seperti saat SMA yang beragam karakter orangnya aku masih kikuk dan belum bisa terlalu terima kondisi yang lumayan ekstrim ini.
Suka duka saat SMA kami lalui bersama tentunya dengan saling semangat dan dorongan untuk terus belajar dan menjadi lebih baik. Seringkali kita mengerjakan PR bersama dan aku seringkali diajak ke rumah buleknya di daerah penumping, sesekali belajar dan kuperoleh sedikit budaya yang lain yang kumulai dg membaca bacaan-bacaan anak muda yang ngepop seperti majalah HAInya atau koleksi manganya dragon ball dan break shootnya. Ku disini juga mulai tertarik dengan dunia computer yang telah dimiliknya dan aku sedikit demi sedikit bisa belajar computer dari dirinya. Ini jauh dari duniaku yang selalu berkutat di rumah dengan pekerjaan rutin yang sedikit membantu meringankan beban orang tua dan juga kegiatan sosial keagamaan di lingkungan kampung, bakti sosial, mendaki gunung, pengajian2, sinoman dan kegiatan kampung yang lumayan padat.
Saat kuliahpun walau tidak satu kelas, tapi dalam pergaulan nongkrong dan aktivitas UKM di kampus di HMJnya, di Senatnya, maupun dunia teater yang selalu diikutinya menjadikan aku banyak mengenal banyak teman dan sahabat dari berbagai karakter dan kalangan tapi tentunya aku juga punya dunia sendiri untuk mengikuti komunitas lain apakah di perpustakaan, di komunitas mushola kampus, pecinta alam. Pergaulannya yang luas dengan adik kelas dan kakak tingkat sehingga akupun ikut bisa nimbrung dan belajar mengenal orang. Saat kuliahpun kami punya rombongan untuk belajar bersama ketika akan menghadapi semesteran di rumah teman. Walau sering pada main dan nongkrong, kongkow2 bersama tapi tetap saja semangat belajar selalu dijunjung tinggi. Pada akhir kuliah aku lulus duluan, sedangkan sahabatku ini belum selesai dan sedikit demi sedikit karena aku memang belum punya pikiran untuk bekerja ke luar daerah, dan aku masih wirausaha jadi dukun skripsi dan olah data di sekitar kampus dekat rumah, tapi selalu kusempatkan untuk share soal skripsinya. Akhirnya skripsipun selesai dan saat pendadaran juga kusempatkan datang mengikuti ujiannya walau telat tinggal nunggu hasilnya. Sambil skripsi dia juga mulai bekerja freelance di internet café dan EO di daerah Sriwedari, disini pula aku mulai belajar dan tertarik dengan dunia internet.
Setelah lulus, cita-citanya memang lumayan tinggi ingin belajar lagi ngambil S2 Magister Management di Universitas Gajah Mada Yogyakarta, mengikuti jejak berapa kolega kuliah yang telah duluan lulus. Saat S2 itu aku kurang mengikuti perkembangan dan sudah jarang kontak lagi dan kami sibuk dengan dunia masing-masing. Setelah beberapa waktu sekitar 3 tahunan yang lalu kami mulai sering kontak, dan pas lebaran kusempatkan untuk lebaran ke rumahnya sendiri yang sudah lengkap penghuninya ORTU-nya, adiknya, karena dulunya ORTU + adiknya tinggal di Jember dan saat pension kembali ke kota Solo dan berkumpul bersama.
Ku sering share dengan bapaknya yang orang BI yang pengalaman kerja dan didunia usaha sudah banyak makan asam garamnya. Dan juga dengan mamanya yang ramah sambil tiduran, nonton TV, beramah tamah tanpa ada rasa ewuh pekewuh seperti halnya dengan keluarga teman-teman kuliah yang lain.
Sahabat kami saat ini bekerja di perusahaan garmen di Semarang, dan alhamdulillah dia sudah menemukan separuh agamanya sekitar satu tahun yang lalu, dan aku sempatkan untuk datang ke acara persepsi pernikahannya dan juga bisa salam-salaman dengan seluruh anggota keluarganya.
Pas lebaran 1/2 tahun kemarin kusempat silaturahmi dan ngobrol-ngobrol kudapat informasi Ibunya mengidap penyakit kanker payudara, dan dalam proses pengobatan. Sekitar beberapa hari yang lalu aku dikabari mas Andree kalau ibunya dirawat di PKU Muhammadiyah Solo sudah semingguan. Karena 2 minggu kemarin ku sudah pulang ke Solo, untuk urusan menjenguk Mamanya Andree aku mohon agar Ibu saya di rumah bisa meluangkan waktu dan datang kesana untuk mendoakan dan memberi support kepada keluarganya. Dan akhirnya hari ini mamanya Andree telah kembali menemui pemilik seluruh alam raya dan seisinya Allah SWT “Sesungguhnya kami ini milik Allah saja, dan akan kembali lagi kepada-NYA.”
Semoga Mamanya sahabat saya “ANDREE MUSONO” meninggal dengan tenang, segala amal budi baiknya diterima Allah SWT, dan segala kekurangan dan kesalahan sebagai sifat manusia diampuni-NYA, kasih dan sayang-Nya selalu dilimpahkan kepada Ibu Musrini Dewi dan juga untuk keluarga mas ANDREE yang ditinggalkannya diberi kesabaran dan ketabahan
KELUARGA INI MENGENALKAN AKU SIFAT SEDERHANA, KESETARAAN, RAMAH TAMAH.
Label: friendship


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda