STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Kamis, Agustus 02, 2007

DAS DAMN KAPITAL

Sekali lagi banyak korban dari dunia kapitalis ini, semua serba dinilai dengan uang dan materi yang kita miliki. Diri ini dihargai kalau kita mempunyai materi yang lumayan atau kita mampu menunjukkan materi yang kita miliki, bukannya prestasi atau hasil karya yang kita punya.
Coba kita lihat kita dibuai dengan cara hidup yang katanya modern yang sebenarnya tidak terlalu kita butuhkan tapi karena lifestyle dan keadaan disekitar kita itu kita terbawa dan terseret arusnya.
Misal kita sekarang begitu sibuknya mencari acara - acara untuk mengisi sedikit waktu luang atau bahkan membuang banyak waktu kita seperti mengikuti perkembangan film terbaru, terpesona oleh perubahan teknologi yang terus berubah sedang kita hanya menjadi pasar saja dan tidak menjadi, kita dimanjakan oleh hiburan-hiburan apakah itu makanan, minuman, tontonan, olahraga sehingga kita melupakan kesadaran kita akan orang di sekitar kita.

Berapa banyak tenaga, pikiran dan dana yang kita miliki untuk makan, traveling, nonton TV, pakaian, perangkat teknologi yang membuat kita keblinger dibandingkan dengan yang sebenarnya kita butuhkan. Kita hanya butuh sepiring nasi semua sama, apakah itu dengan nasi uduk senilai 2.000 di gang2 atau di tempat makan lain senilai 25 ribu akhir-akhirnya pun akan sama. Tempat tinggalpun semestinya secukupnya bisa buat berteduh, buat mengasuh dan membesarkan anak, beribadah, menempatkan sedikit harta kita tapi coba lihat karena rakus atau serakahnya berapa banyak kawasan yang dimiliki oleh hanya beberapa gelintir orang saja sedangkan yang lainnya kalau perlu ngontrak.

SEKOLAH SEMAKIN MAHAL - SUSU MAHAL - BERAS MAHAL - MINYAK TANAH KOSONG - GAS KOSONG
Orang lebih mementingkan membeli TV, HP, DVD, Motor, Mobil dan perangkat2 modern lainnya daripada untuk menyekolahkan anak atau untuk menambah pengetahuan .

Kita mengumpulkan uang untuk membeli barang-barang Dunia Barat / MNC dan itu membuat mereka semakin kaya, dan kita cuma jadi pasar saja. Lihat UMKM kita yang kurang banget dukungan dari Pemerintah, atau dari kita sendiri sebagai pasar yang potensial, untuk mencari dana susahnya minta ampun, untuk menambah pengetahuan perdagangan semua serba bayar, untuk perijinan harus bayar sana sini, pajak yang menjerat dan masih banyak rintangan-rintangan yang harus dilalui para teman-teman UMKM kita, survive hidup sedikit, dan hanya mampu mampir saja.

Kita lebih percaya produk luar daripada produk kita sendiri, dan penyakit ini telah menyerang seluruh kalangan dari atas sampai akar rumput sekalipun. Dan penyakit produsen / penghasil kita bukannya memperbaiki dan meningkatkan kualitas tapi masih berpikiran jangka pendek yaitu menggunakan aji mumpung dan akhirnya pasar domestik yang seharusnya menjadi salah satu pendukung pemasukan mereka menjadi tidak percaya dan merugikan, misal mengurangi takaran, mengurangi kualitas, mukul harga.

Inikah hasil dari dunia modern yang katanya ingin menyejahterakan orang banyak, ternyata coba anda fikirkan sendiri.

Label:

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda