DUNIA YANG MENGGUMPAL
Kalau kita mau melihat fenomena migrasi penduduk yg cukup mencolok, cobalah untuk berjalan – jalan ke kampong dan kota, bandingkanlah seberapa besar manusia yang terakumulasi berkumpul di cluster-cluster wilayah ini, kampong dengan segala potensi yang ada apakan itu pertanian, industri kecil, peternakan, mulai ditinggalkan oleh para penghuninya, sedangkan kota tampaknya hilangnya manusia-manusia yang berada di pedesaan kini memasuki kota yang menjanjikan dan kelihatan secara fisik maju dan lebih beradab. Ketenangan desa dengan pola hidup yang serba teratur mulai dari bangun pagi sampai kembali ke malam kita bisa amati begitu lebih terpola bergerak secara lambat tapi pasti, sedangkan di kota yang terjadi adalah pergolakan, perubahan secara radikal bahkan revolusioner tanah sawah disulap menjadi industri-industri, perkampungan-perkampungan / kuburan2 tergusur oleh gedung-gedung tinggi dan megah yang siap menyergap mengikuti pola perkembangan pasar. Manusia dan pemukiman makin terpinggirkan dan komersialisasi makin menjadi dan menjadi panglima mengalahkan semua atas dasar kepentingan ekonomi. Sudut-sudut kota semua menjadi wilayah yang memiliki nilai ekonomi ang tinggi, sedangkan kepentingan social, pelayanan terpinggirkan dan bergerak ke belakang.
Desa di kepung kota ...... desa di serbu kota .... desa di eksploitasi kota ...... Desa sunyi senyap sekali .... Ada TV , DVD, Kulkas ..... masuk kampung ......


0 Komentar:
Posting Komentar
Berlangganan Posting Komentar [Atom]
<< Beranda