STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Sabtu, Mei 12, 2007

BELAJAR PAJAK

Kemarin malem ngobrol sama temen kost soal temennya yang terkena masalah pajak dan diperiksa aparat pajak karena mungkin kurang teliti dalam laporan SPT Massa atau tahunannya, yang akhirnya semua dokumen diperiksa.
Mulai awal Maret ketika siapin laporan pajak tahunan selalu saja aku cari banyak data dan aturan-aturan pajak terbaru agar tidak terjadi kesalahan nantinya. Karena di kantorku juga ada beberapa permasalahan perpajakan yang harus diselesaikan tetapi ketika aku confirm dengan bosku untuk menyelesaikan katanya tidak usah saja.
Sebagai perusahaan kecil untuk mentaati seluruh aturan pajak kayaknya belum mampu karena cash flow tidak hanya untuk taat pajak tetapi juga untuk eksistensi kehidupan bisnis dan usaha yang kami jalankan. Kalau taat pajak bener gimana tuk kerjaan harian yang butuh dana cash yang banyak sedang tagihan kita tempo dari 2 minggu sampai 3 bulanan, bisa-bisa jebol.
Kami perlu bertahap untuk menjadi sempurna dan menjadi orang yang taat pajak, suatu saat apabila kami sudah exist dan mampu dalam hal pendanaan tidak seperti yang sekarang kalau bayar pajak biasanya mundur 1 bulan tentu saja akan kena denda 2 % dan kena sanksi administrasi lapor 50rb.
Ku harus masih belajar tentang PPN, PPh 21, PPh 25 dan sekarang customer mulai pada potong PPh 23 sebesar 3% untuk jasa yang kami berikan. Minggu kemarin mulai kuikuti forum/milis pajak yang suatu saat nanti kubutuh pertolongan bisa share sama anggota lainnya.

Label:

MANAJEMEN KEUANGAN PRIBADI & KELUARGA

Orang kita ternyata masih banyak yang kurang mengerti arti pentingnya manajemen keuangan pribadi untuk dirinya sendiri ataupun untuk keluarganya.
Ketika gaji, penghasilan diterima setiap bulannya yang terpikirkan oleh kita adalah mau beli apa yang sedang in, mau makan dimana, mau jalan-jalan.

Sebagai contoh Office Boy di kantor ketika pas kemarin ku promosikan naik per tahun 2007 yang segera dilakukannya adalah membeli HP camera yang mungkin dalam bayanganku itu tak terlintas. Ternyata iklan-iklan, pergaulan, lifestyle, hobi dan lainnya telah mempengaruhi pikiran-pikiran kita untuk membeli, membeli dan membeli walaupun itu kurang penting bagi dirinya. Yang akhirnya pada akhir bulan untuk makan, beli sabun atau apa harus diirit ditengah bulannya.
Terus kejadian kedua adalah dengan gaji yang besarpun bukan jaminan seseorang akan mampu mencukupi kebutuhan bulanannya. Sebagai contoh Bosku yang kalau kuperkirakan gaji cukup untuk mencukupi 1 istri dengan 4 anaknya, tetapi apa yang terjadi ternyata setiap bulannya selalu saja ada penarikan untuk kepentingan rumahnya setiap bulan yang nilainya lumayan dibanding gaji-gaji karyawan punya.
Pentingnya manajemen keuangan pribadi dan keluarga harus dipelajari dan diedukasikan kepada kita semua.
Dari buku Safir Senduk yang pernah aku baca investasi untuk hari depan ternyata akan membuahkan hasil yang dinikmati pada nantinya atau istilahnya berakit - rakit kehulu berenang-renang ketepian.
Orang jarang menyadari / berpikir akan pola hidupnya, cara investasi yang tepat untuk penghasilannya, pentingnya asuransi pendidikan, asuransi kesehatan yang kalau saya pikir dan sadari ternyata betul. Kalau tidak kita paksakan penghasilan kita dipotong untuk hal-hal tersebut maka uang yang ada dikantong atau tabungan kita akan habis tidak tersisa tiap bulannya.
Dengan asuransi yang kita paksakan itu ternyata suatu saat akan kita butuhkan untuk apa saja yang bisa menyambung hari depan kita, minimal diri kita, teman kita, keluarga kita bahkan masyarakat sekitar kita yang membutuhkan.
Orang tidak tahu pentingnya asuransi karena kurang edukasi saja, sepertinya asuransi itu mengurangi uang kita dan klaimnyapun katanya berbelit-belit, yang akhirnya orang merasa kurang comfort dengan hal tersebut.
Pembelian asset yang berlebihan yang akhirnya membebani dan mengurangi penghasilan kita dengan perawatan-perawatan aset tersebut. Misal membeli rumah atau ruko tapi tidak disewakan, walau dipikiran kita asset tersebut berapa tahun akan datang nilainya akan naik, tetapi ternyata biaya-biaya yang dikeluarkan kalau aset itu tidak diberdayagunakan menjadi beban yang berat atau nilai properti itu susut.
Langkah pertama :
1, Buat rencana pengeluaran di awal bulannya.
2. Lunasi utang-utang segera agar tidak semakin lama semakin menumpuk dan bunga terus bertambah.
3. Paksakan untuk berasuransi buat hari depan.
4. Budgetkan kebutuhan keluarga untuk sebulan seperlunya dan sebutuhnya.
5. Kalau ada sisa depositokan, tabung atau apalah jangan dipegang cash on hand karena cepat habis untuk kebutuhan yang selalu menggoda kita dari TV, koran, majalah, pergaulan atau apalah.
Semoga yang sedikit ini bisa menjadi pencerahan buat kita semua.

Wassalam.

Label: