STRUGGLE - DINAMIC - EQUALITY - EGALITARY - SOCIAL - RELIGY - WELFARE - LEARN - ECONOMIC - USEFUL

Selasa, April 01, 2008

KAPITALISME vs Peradaban Masjid

Baca tempo kemarin ada sesuatu yg menarik hati yaitu tentang peradaban masjid dimana masjid adalah sebagai pusat berbagai kegiatan termasuk kegiatan ekonomi, dimana segala kegiatan pemenuhan kebutuhan tidak hanya untuk kepentingan pribadi yang sekarang baru menguasai bumi ini dimana setiap orang bersaing untuk saling memperkaya diri, berebut kekuasaan dan jargon2 demi kesejahteraan orang banyak hanya dijadikan sebagai lip service saja.

Di dalam ulasannya peradaban masjid berusaha mewujudkan tatanan dimana semua itu berasal dari masyarakat dan akan kembali ke masyarakat. Pola musyawarah yang diajarkan Nabi telah terlupakan dan ketokohan dan pengkultusan individu terhadap seseorang yang memiliki lebih ilmu menjadikan masyarakat cenderung menerima apa yang disarankan tokoh tersebut dan tokoh itu sendiri kurang mendiskusikan bagaimana baiknya untuk kesejahteraan.

Pola pemberdayaan, berbagi, keharmonisan, kebersamaan telah hilang dan berubah menjadi pengeksploitasian, pemanfaatan, persaingan yang saling menjatuhkan.

Label:

Rabu, November 21, 2007

HETEROGENITAS SOLO

Adik ipar dari Jogja selama beberapa hari waktu Simbah meninggal kemarin tinggal di wilayah kami di Solo. Dia melihat friksi mengenai beberapa ritual keagamaan didaerah kami yg di daerah dia hal2 tersebut terjadi toleransi dengan sikap tasamuhnya ditempat yg kebanyakan orang Nahdlatul Ulama di kawasan lama Mataram Islam di Wonokromo Bantul.
Selama beberapa hari tersebut dia mendengar byk judge dari kajian2 agama baik di forum maupun lewat radio tentang ibadah2 yang dianggap bid'ah dan ini sangat gencar sekali di Solo dan sekitar.
Mungkin orang diluar Solo memang akan kaget dengan kondisi tersebut tetapi bagi saya yang sudah lama dan mengenal tabiat orang 2 Solo yang memang mudah sekali masuknya banyak pemikiran2 dari luar daerah maupun dari luar negeri sekalipun.
Beberapa pergerakan atau organisasi itu antara lain Muhammadiyah, NU, Al Islam, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslim (PKS), LDII, MTA, Salafy, Gumuk, maupun warga abangannya yang kental sebagai daerah bekas Mataram dengan Animisme, Hindu dan Budhanya bahkan yang sekuler sekalipun ada semua.
Dan pergerakan2 tersebut saling bersaing mengambil hati dari warga Solo dan sekitar yg tentunya hal tersebut sedikit banyak akan menimbulkan friksi bahkan pernah terjadi persaingan yang menjurus ke fisik.
Dilingkup kampung saya saja tradisi lama masih ada, dan pemikiran2 barupun sudah masuk dan berpengaruh diantara warganya ada LDII, ada Muhammadiyah, NU, Salafy, Gumuk, Al Islam, Ikhwanul Muslim. Bahkan kawan dulu yg ikut pergerakanpun mengakui memang di Solo pergerakan Islam sangat banyak sekali dan kalau kita tidak menyikapi dengan arif yang terjadi adalah kebingungan.

PERBEDAAN ADALAH HAL BIASA, YANG PENTING SAMA TUHANNYA YAITU ALLAH, SAMA PEGANGANNYA AL QUR'AN DAN SUNNAH dan senantiasa belajar dan mengkaji ....

Label: